Mahasiswa Muslim Harus Tetap Belajar Agama dong…(AAI)

AAI

               Kondisi sebuah bangsa di masa depan dapat diintip dari sumber daya bangsa tersebut, baik sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM). Indonesia tak perlu cemas akan sumber daya alamnya, karena SDA yang ada sebenarnya sudah sangat cukup untuk memakmurkan rakyat. Tinggal bagaimana kualitas SDM yang akan mengolah SDA yang berlimbah tersebut. SDM Indonesia adalah para mahasiswa , yang paling utama adalah mahasiswa muslim. Tak perlu disangkal , menurut sensus 2010 jumlah penduduk Indonesia yang memeluk agama islam adalah 207.176.162 dari total penduduk Indonesia yaitu 237.641.326, artinya 87% penduduk Indonesia adalah muslim.  Sehingga kontribusi umat islam sangat diperlukan dalam membangun bangsa ini. Para pemuda muslim harus benar-benar dibentuk karakternya agar tidak islam secara KTP saja, namun setidaknya para pemuda mengetahui islam secara mendalam jadi akhlak para pemuda muslim utamanya mahasiswa  muslim akan senantiasa dituntun sesuai ajaran agama islam.

Kondisi mahasiswa muslim sekarang kebanyakan jauh dari cerminan Alquran dan Sunah. Yang paling simpel dan terlihat adalah dalam menjalankan kewajiban solat. Waktu luang mahasiswa zaman sekarang bisa dikatakan cukup banyak apalagi dengan adanya bantuan Internet , tugas menjadi semakin mudah dikerjakan. Dengan demikian seharusnya dalam menjalankan kewajiban agama  terutama solat, mahasiswa dimungkinkan untuk melaksanakannya tepat waktu jangan ditunda-tunda apalagi tidak melaksanakannya. Pergaulan antar non-muhrim juga menjadi sorotan yang cukup penting. Mahasiswa muslim seharusnya memiliki hijab dengan mahasiswa muslim yang berlawanan jenis. Hal ini bisa dilihat dengan banyakanya mahasiswa muslim yang berpacaran. Mental koruptor juga banyak ditumbuhkan sendiri oleh mahasiswa-mahasiswa, contoh simpelnya yaitu mencontek saat ujian.

Kondisi-kondisi yang disebutkan tadi bisa jadi disebabkan dangkalnya ilmu agama mereka yang melakukan. Para mahasiswa yang labil tersebut tidak  menanamkan pada jiwa mereka bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara dan semuanya akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Selain itu kondisi-kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh lingkungan para mahasiswa yang sudah rusak, jarang sekali ada mahasiswa lain yang berperan sebagai pengingat atau tauladan dalam melakukan kebaikan-kebaikan seperti menjalankan perintah agama dan bersopan santun dalam masyarakat. Peran yang bisa kita lakukan yaitu berusaha menjadi pengingat atau tauladan dalam menjalankan amar makruf nahi mungkar.

Dalam proses untuk berusaha menjadi seorang pengingat dibutuhkan sebuah wadah perkumpulan yang saling mengingatkan sekaligus sebagai ajang menambah ilmu pengetahuan. AII merupakan salah satu wadah tersebut. AAI hendaknya dimentori oleh orang-orang yang berkualitas dan tidak mudah putus asa dalam mengingatkan. Seharusnya AAI ada sampai mahasiswa berada di semester 2. 2 semster saya pikir cukup sebagai kajian yang bersifat formalitas. Setelah semester 2 usai, sang pemntor dapat mengajak para mahasiswa yang dimentorinya untuk melaksanakan AAI kembali namun tidak secara formal. Formal artinya AII dimasukkan dalam nilai Pendidikan Agama Islam.

Langkah agar tetap Istiqomah dengan AII yaitu harus sering-sering menjalin ukhuwah dengan kelompok AAI. Diusahakan perpekan harus ada pertemuan. Anggota-anggota kelompok harus mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dari AAI dan masing-masing anggota saling mengingatkan dalam proses pengaplikasian tersebut. Kemudian harus mengetahui  bahwa yang dilakukan adalah amal kebaikan yang sesuai dengan Alquran dan Sunah sehingga  akan memberikan pahala bagi diri sendiri untuk di akhirat kelak.

Saya pribadi tidak masalah dan akan senag jika mengikuti AAI lanjutan, apalagi jika dengan anggota kelompok dan pementor yang sama. Saya merasa sudah nyaman dengan anggota kelompok yang sekarang. Menurut saya dengan mengikuti AAI lanjutan akan membuat saya berkumpul dengan para teladan dalam melakukan kebaikan , dengan demikian sayapun berharap agar saya dapat menjadi teladan bagi orang lain dan memberikan ilmu yang bermanfaat.

About salimfi

Undergraduate Student of Economics Universitas Gadjah Mada

Posted on 02/01/2013, in Wow... Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: